Pestisida

Jenis Pengujian

Uji Toksisitas Akut Oral dan Dermal

Uji toksisitas akut oral dan dermal adalah salah satu metode penting dalam toksikologi yang digunakan untuk menilai sejauh mana suatu zat atau produk kimia dapat menyebabkan efek toksik jika terpapar melalui dua rute utama, yaitu melalui mulut (oral) atau melalui kulit (dermal). Uji ini memberikan informasi tentang tingkat keparahan efek toksik yang mungkin terjadi akibat paparan singkat terhadap suatu zat atau produk kimia. Pengujian dilakukan dengan menggunakan hewan model

Uji Iritasi

Uji iritasi adalah prosedur yang umumnya digunakan dalam bidang toksikologi dan keamanan produk untuk mengevaluasi sejauh mana suatu zat atau produk kimia dapat menyebabkan iritasi atau reaksi negatif pada kulit atau mata. Tujuan utama dari uji iritasi adalah untuk menentukan tingkat potensi iritasi suatu zat atau produk, sehingga dapat diidentifikasi sejauh mana risiko iritasi pada manusia atau hewan yang mungkin terpapar. Pengujian dilakukan dengan menggunakan hewan model.

Uji Sensitisasi

Uji sensitisasi, juga dikenal sebagai Repeated Insult Patch Test (RIPT) atau uji iritasi kulit berulang, adalah jenis uji toksikologi yang digunakan untuk mengevaluasi potensi suatu bahan kimia atau produk dalam menyebabkan reaksi alergi kulit atau sensitivitas berulang pada kulit manusia. Tujuan utama dari uji ini adalah untuk mengidentifikasi apakah suatu zat tertentu dapat menyebabkan reaksi kulit yang tidak diinginkan, terutama dermatitis alergi kontak, setelah penggunaan berulang pada manusia. Pengujian dilakukan dengan menggunakan hewan model.

Uji Inhalasi

Uji inhalasi adalah jenis uji toksikologi yang dilakukan untuk mengevaluasi potensi bahaya atau risiko terkait dengan paparan zat kimia, atau partikel ke udara yang dapat dihirup oleh manusia. Uji ini bertujuan untuk memahami efek kesehatan yang mungkin timbul jika seseorang menghirup zat tersebut, seperti pestisida. Pengujian dilakukan dengan menggunakan hewan model.

Uji Efikasi dan Antagonis Insektisida, Bakterisida/Fungisida dan Herbisida Untuk Pengendalian Hama Tanaman

Uji Efikasi Pestisida: Uji efikasi adalah penilaian ilmiah tentang sejauh mana suatu pestisida efektif dalam mengendalikan hama atau penyakit tanaman tertentu. Tujuan dari uji efikasi adalah untuk menentukan dosis yang tepat, aplikasi yang efisien, dan waktu yang paling sesuai untuk penggunaan pestisida. Sinergis Pestisida: Sinergi adalah konsep di mana dua atau lebih bahan yang bekerja bersama-sama menghasilkan efek yang lebih kuat atau efektif daripada jika mereka digunakan secara terpisah. Dalam konteks pestisida, sinergi bisa terjadi ketika dua jenis pestisida atau bahan kimia lain digunakan bersama-sama untuk mengendalikan hama. Sinergi dapat meningkatkan efikasi pestisida, mengurangi kemungkinan resistensi hama terhadap pestisida, dan meminimalkan dosis pestisida yang diperlukan. Antagonis Pestisida: Antagonis adalah situasi di mana dua atau lebih bahan yang digunakan bersama-sama mengurangi efek satu sama lain atau bahkan menghasilkan efek yang kurang efektif daripada jika mereka digunakan secara terpisah. Dalam konteks pestisida, antagonis bisa terjadi jika dua pestisida yang digunakan bersama-sama memiliki mode aksi yang bertentangan atau jika satu pestisida menghambat kerja pestisida lainnya. Antagonis dapat mengurangi efikasi pengendalian hama dan dapat mengakibatkan ketidakmampuan dalam mengendalikan hama yang dituju. Pengujian efikasi IML membantu produsen pestisida untuk menunjukkan efikasi produk mereka dalam berkas pendaftaran ataupun untuk pengujian internal sebagai upaya pengembangan produk. Studi efikasi pestisida menyediakan data penting untuk memvalidasi bahwa suatu produk dapat melakukan apa yang diklaimnya dan dosis optimal untuk menghindari beban berlebihan pada lingkungan. Ketika memilih mitra pengujian efikasi, anda dapat mengandalkan pengalaman kami yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Uji Efikasi Pestisida Rumah Tangga/Permukiman dan Pengendalian Vektor Penyakit pada Manusia

Pengujian efikasi pestisida rumah tangga/perumahan, termasuk yang ditargetkan pada serangga yang menyebabkan kerusakan struktural, dan pengendalian vektor penyakit pada manusia adalah serangkaian pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan pestisida yang digunakan dalam konteks rumah tangga atau perumahan, atau dalam upaya pengendalian vektor penyakit yang dapat menghantarkan penyakit kepada manusia. Tujuan utama dari pengujian ini adalah untuk menilai sejauh mana pestisida ini efektif dalam mengendalikan organisme-target tersebut.

Uji Efikasi Rodentisida

Uji efikasi rodentisida adalah serangkaian pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan suatu produk rodentisida dalam mengendalikan populasi tikus (daya bunuh) dengan efektif.

Efikasi Pestisida Bidang Penggunaan Perikanan

Uji efikasi pestisida dalam konteks penggunaan di bidang perikanan adalah serangkaian pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana suatu pestisida efektif dalam mengendalikan organisme-target yang dapat menjadi masalah dalam budidaya perikanan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pestisida yang digunakan dalam perikanan dapat secara efektif mengendalikan organisme yang dapat merugikan atau membahayakan ikan dan lingkungan perairan.

Uji Resistensi Pestisida

Uji resistensi pestisida adalah serangkaian pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat resistensi atau ketahanan organisme hama terhadap pestisida tertentu. Hama, seperti serangga, dapat mengembangkan resistensi terhadap pestisida jika mereka terpapar secara berulang kali, dan ini dapat mengurangi efektivitas pestisida dalam mengendalikan populasi hama tersebut.

Konsultan Pestisida

Jasa konsultasi terkait pengurusan pendaftaran perizinan produk pestisida ke Kementrian Pertanian RI.
Konsultasikan Kebutuhan Anda