Tunggu Sebentar..

Ulat Grayak Tembakau (Spodoptera litura F.

01694573510.jpg

Ulat grayak tembakau (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama yang sangat merugikan bagi petani. Hama ini dilaporkan dapat menyerang lebih dari 200 spesies tanaman di antaranya cabai, kubis, padi, jagung, tomat, buncis, tembakau, terong, kentang, kacang tanah dan kacang kedelai. Hama S.litura dilaporkan tersebar di Jepang, Cina, India, serta di berbagai negara di Asia Tenggara salah satunya Indonesia.

Ulat Grayak termasuk serangga holometabola yang memiliki metamorfosis sempurna. Siklus hidupnya dari telur hingga dewasa berkisar antara 30 hingga 60 hari. Fase yang berperan menjadi hama adalah fase larva, namun pada fase dewasa berupa ngengat berperan sangat penting dalam reproduksi generasi ulat grayak selanjutnya. ngengat merupakan serangga nokturnal yang aktif pada malam hari, biasanya mereka meletakkan telur pada bagian bawah atau atas permukaan daun dalam kelompok berjumlah sekitar 350 butir yang ditutup oleh bulu halus. Telur yang menetas akan menjadi larva dan terbagi menjadi 5 fase instar dengan durasi 12-15 hari. Fase instar 5 adalah fase yang paling aktif memakan daun.

Kerusakan daun oleh ulat grayak mengganggu proses fotosintesis dan akhirnya mengakibatkan kehilangan hasil panen. Variasi serangan ulat grayak pada tanaman sangat beragam. misal pada tanaman kedelai, Di Banswara India pada 2015 dan 2016 kisaran serangan akibat S.litura adalah 22-55% (Babu et al. 2018), sedangkan di Indonesia 23-45% (Adie et al. 2012). Gejala serangan pada daun yaitu daun berlubang, kadang ditemukan hanya tersisa epidermis dan tulang daun.

S.litura dapat menyebabkan kerusakan hingga 80% atau bahkan gagal panen apabila tidak dikendalikan. Pengendalian terhadap serangga ini umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintetik seperti seperti organofosfat, karbamat dan piretroid, sehingga peluang terbentuknya strain-strain baru yang lebih resisten semakin besar.

Pengendalian ulat grayak secara non-kimiawi juga dilakukan, salah satunya menggunakan Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV). Virus ini merupakan anggota genus Baculovirus. Mekanisme infeksi virus ini adalah dengan masuk melalui saluran pencernaan karena tertelan, kemudian menuju ke sel midgut dan bereproduksi di sana atau di jaringan lain. Virus kemudian menyebar dan menginfeksi beberapa organ utama seperti trakea, sel lipid, epidermis, hingga hemolimfa, dan pada akhirnya akan menyebabkan lisis sel. larva yang terinfeksi umumnya akan mati setelah 5-12 hari sesudah infeksi tergantung pada virus, temperatur dan stadia larva instar ketika terjadi infeksi. Cairan dari sel yang lisis dan berhasil keluar dari tubuh ulat saat mati akan jatuh di permukaan tanaman dan akan dimakan oleh larva lainnya. Selain penggunaan virus pengendalian ulat juga dilakukan dengan menggunakan predator alaminya seperti Paederus fuscipes (Kumbang tomcat),  Pheropsophus occipitalis (Kumbang pembom), beberapa burung pemakan serangga dan beberapa spesies laba-laba.

 

REFERENSI

Adie MM, Krisnawati A, Mufidah AZ. 2012. Derajat ketahanan genotipe kedelai terhadap hama ulat grayak. Hlm. 29-36. Dalam: Rahmiana AA et al (eds). Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 2012. Balai Penelitian TanamanAneka Kacang dan Umbi

Babu SR, Dudwal R, Meena PK, Rokadia P. 2018. Estimation of avoidable lossses due to defoliators (semilooper complex and common cutworm, Spodoptera litura Fab.) in different varieties of soybean. International Journal of Current Microbiology and Applied Science 7(8): 3078-3085

Ramaiah, M., & Maheswari, T. U. (2018). Biology studies of tobacco caterpillar, Spodoptera litura Fabricius. Journal of Entomology and Zoology Studies, 6(5), 2284-2289.

Tengkano, W., & Suharsono, S. (2005). Ulat grayak Spodoptera litura Fabricius (lepidoptera: noctuidae) pada tanaman kedelai dan pengendaliannya. Buletin Palawija, (10), 43-52.

Uge, E., Yusnawan, E., & Baliadi, Y. (2021). Pengendalian ramah lingkungan hama ulat grayak (Spodoptera litura Fabricius) pada tanaman kedelai. Buletin Palawija, 19(1), 64-80.

Kenapa harus kami? Karena kami di dukung oleh para tenaga ahli yang menguasai permasalahan hama di perkotaan (Urban Pest) dan pertanian yang banyak memiliki pengalaman penelitian skala nasional dan internasional dan juga banyak pengalaman praktis dan banyak memberikan berbagai pelatihan, seminar dan konsultansi.

Tanya sekarang +081313538831