Data sedang dimuat..

METODE Ultra Low Volume (ULV)

01650343640.png

Metode Ultra Low Volume atau ULV adalah metode yang menerapkan formulasi larutan insektisida dengan volume minimum yang menggunakan formulasi insektisida, biasanya kurang dari 500 ml/ha per satuan luas yang memberikan efisiensi dalam membunuh vector target. Metode ini mempertimbangkan faktor dosis insektisida per satuan luas area yang akan disemprotkan serta ukuran droplet yang dihasilkan untuk meningkatkan efikasi selama proses penyemprotan (Gary A, 1985). Metode pengabutan ini terdapat dua jenis yaitu metode ULV dan metode pengabutan secara konvensional. Pada metode ULV ini, insektisida yang digunakan tidak memerlukan pengencer atau pelarut tertentu, seperti contohnya organofosfat. Namun, terdapat beberapa jenis insektisida khusus seperti karbamat, piretroid, dan piretrin yang harus dicampur dengan pelarut tertentu agar dapat menggunakan alat ULV. Pada umumnya, untuk metode konvensional membutuhkan pengencer dalam jumlah yang besar yaitu menggunakan minyak atau air. Metode ULV dirancang bertujuan untuk dapat mengatur atomisasi laju aliran dari insektsida cair. Pada banyak kasus, dosis insektisida per satuan luas untuk metode ULV dengan metode konvensional pada dasarnya adalah sama (WHO, 1985).

Metode ULV diadaptasi dan dikembangkan untuk dapat menggunakan insektisida aerosol yang pada umumnya memiliki ukuran diameter droplet sekitar 50-100 µm. Ukuran droplet atau tetesan insektisida yang dikeluarkan oleh alat ULV menjadi salah satu faktor penting dalam mengatur proses insektisida cair di atmosfer selama menuju hewan target. Oleh karena itu, ukuran droplet yang optimal bergantung kepada luas ruang dan jenis residual yang digunakan. Ukuran droplet yang optimal untuk pengendalian nyamuk dewasa yaitu 10 – 15 µm. Namun, untuk ukuran yang masih diperbolehkan yaitu interval 5 – 25 µm. Apabila ukuran droplet lebih kecil dari ukuran tersebut dikhawatirkan droplet tidak tepat sasaran terhadap nyamuk karena kecepatan saat keluar dari alat terlalu tinggi. Dan sebaliknya, apabila diameter droplet lebih besar ditakutkan memiliki kecepatan ‘release’ yang tidak cukup (lebih lambat) dalam hal ketepatan waktu saat menuju hewan target karena bagaimanapun saat droplet ‘release’ dari alat yang digunakan tetap dipengaruhi oleh faktor arus angin untuk membawanya ke target vector (Gary A, 1985).

Jenis peralatan ULV yang akan digunakan tergantung kepada beberapa faktor diantaranya:

  1. Ukuran area penyemprotan
  2. Aksesibilitas area penyemprotan
  3. Jenis vector yang akan dikendalikan
  4. Ketersediaan perlengkapan alat-alat

Pemilihan alat ULV juga tergantung kepada jenis program pengendalian yang akan dijalankan. Program pengedalian jangka panjang yang berkelanjutan akan memerlukan peralatan yang lebih maju dibandingkan dengan alat ULV untuk sekali pakai. Luas area yang akan dilakukan penyemprotan juga menjadi faktor untuk memilih alat ULV yang pas. Pada umumnya, peralatan ULV ada yang menggunakan pesawat (aircraft) dan ada yang menggunakan secara manual. Alat ULV yang menggunakan aircraft biasanya untuk cakupan area penyemprotan yang besar dan luas, seperti mislanya ladang, perkebunan, sawah, dan lainnya. Namun untuk alat ULV yang digunakan secara manual biasa mencakup kawasan yang lebih sempit seperti diaplikasikan untuk dirumah-rumah warga, gedung-gedung, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Tentunya alat ULV yang menggunakan aircraft membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan secara manual karena metode aircraft membutuhkan jenis pesawat yang khusus, keterampilan dalam mengoperasikan kendaraannya, pilot yang berpengalaman, dan jenis peralatan tambahan yang diperlukan (WHO, 1985). Metode ULV lebih optimal digunakan dalam indoor. Ukuran droplet ULV lebih besar dibandingkan droplet fogging. Kelebihan metode yaitu ULV menggunakan pelarut air, sehingga lebih ekonomis. Tidak menggunakan solar, sehingga tidak menimbulkan bau.

 

Daftar Pustaka

Gary, A. M. (1985). Ultra Low Volume Application of Insecticides for Vector Control. Animal Research Laboratory Gainesville, Florida, United States of America. WHO/VBC/85.919.

WHO, World Health Organization. (1985). Ultra Low Volume Application of Insecticides for Vector Control. Animal Research Laboratory Gainesville, Florida, United States of America. WHO/VBC/85.919

Kenapa harus kami? Karena kami di dukung oleh para tenaga ahli yang menguasai permasalahan hama di perkotaan (Urban Pest) dan pertanian yang banyak memiliki pengalaman penelitian skala nasional dan internasional dan juga banyak pengalaman praktis dan banyak memberikan berbagai pelatihan, seminar dan konsultansi.

Tanya sekarang +6281313538831