Tunggu Sebentar..

Kapal Laut Juga Ada Hamanya Loh

01649733795.jpg

Taukah kamu ternyata hama tidak hanya berada di lingkungan pertanian saja tetapi juga ditemukan dalam moda transportasi laut. Benarkah itu ? Sebelumnya, kita flashback dulu ke tahun 1347-1351 yang mana pandemi penyakit pes sedang melanda Eropa dan menyebabkan 25 juta manusia meninggal dunia sehingga medapatkan julukan black death. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dalam tikus yang ikut terbawa ke Eropa bersamaan dengan pengiriman barang-barang melalui kapal laut [1]. Nah bagaimana hal itu bisa terjadi ? Mari simak infonya berikut ini.

Alat transportasi laut seperti kapal memang berpotensi menjadi tempat tinggal beberapa hama darat. Beberapa organisme tersebut antara lain tikus, kutu busuk, kecoa (Blattoidea), ngengat (Lepidoptera), lalat dan nyamuk (Diptera), tawon dan semut (Hymenoptera) serta kumbang (Coleoptera) [2]. Adanya hama ini menimbulkan resiko yang cukup serius misalnya gangguan kesehatan melalui makanan yang telah terkontaminasi dan ditularkan secara mekanis oleh lalat atau kecoa. Penyakit lain yang mungkin ditimbulkan oleh hama dalam kapal diantaranya adalah malaria dan demam berdarah dengan perantara nyamuk, tifus oleh tikus, atau iritasi kulit oleh kutu busuk [3]. Sejauh ini telah dilaporkan lima kasus malaria yang terjadi pada pekerja pelabuhan. Artinya bahwa dampak dari hama ini tidak hanya dirasakan oleh orang dalam kapal (kru dan penumpang) tetapi juga orang-orang yang pekerjaannya terkait dengan kapal tersebut yang mungkin hanya sesekali masuk untuk mengecek kondisi [4]. Secara ekonomi adanya hama sangat merugikan karena menambah biaya perawatan kapal. Apalagi kapal-kapal yang memang diperuntukkan membawa penumpang manusia seperti kapal pesiar. Kemunculan hama mengganggu kenyamanan konsumen sehingga akan berpengaruh pada penilaian buruk terhadap kapal tersebut seperti yang terjadi pada dua kapal pesiar milik Carnival Corp. Akibatnya nilai jual tiket kapal menjadi turun dan pengelola mendapat keuntungan sedikit atau bahkan rugi [5].   

Hama-hama ini awalnya terbawa secara tidak sengaja melalui kardus barang, peti kemas, tas-tas penumpang ataupun hewan sebagai ektoparasit yang kemudian hidup dan berkembang biak di dalam kapal [3]. Hal ini disebabkan oleh kondisi kapal yang memang mendukung untuk menjadi sarang bagi hama tersebut. Ketersediaan sumber makanan menjadi salah satunya, baik makanan yang memang disediakan oleh kru kapal maupun yang dibawa oleh penumpang masing-masing. Sisa makanan serta sampah pun dapat menjadi atraktan bagi lalat dan semut. Infrastruktur kapal yang terdapat banyak celah kecil dan gelap cocok menjadi tempat tinggal hama seperti kecoa sehingga tak jarang mereka akan muncul dari celah itu [2]. Ruangan yang lembab dan gelap menyebabkan kutu busuk dapat hidup di tempat duduk atau kasur dalam kapal tersebut. Semua faktor tersebut diperparah dengan fakta bahwa penumpang dan barang yang dibawa dalam kapal sangat beragam dan dari banyak tempat yang artinya masing-masingnya turut andil dalam keberadaan hama tersebut di dalam kapal [3].

Untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh hama-hama tersebut maka perlu mengetahui cara pengendaliannya baik dalam kapal maupun fasilitas penunjangnya. Pemerintah yang menyediakan pelabuhan menjaga kebersihan lingkungan dari infeksi dan kontaminasi termasuk vektor serta reservoir hingga 400 m dari terminal penumpang dan area operasional. Sementara ketika di dalam kapal pengendaliannya tentunya harus dilakukan oleh kru dan penumpang secara individu ataupun bergotong-royong atau kelompok. Contohnya adalah menjaga kebersihan dengan membuang sisa makanan dan sampah pada tempatnya serta menjaga sanitasi dengan baik yang mana harus dilakukan secara bersama-sama agar hasilnya maksimal. Sementara pengendalian secara individu yang dapat dilakukan oleh penumpang adalah memastikan barang yang dibawa tidak terdapat hama seperti lalat, semut dan tikus. Adapun pengendalian yang harus dilakukan oleh kru atau pemilik kapal adalah melakukan inspeksi rutin ke ruang kapal terutama ruang penyimpanan makanan dan tempat pembuangan sampah, mencegah adanya genangan air, serta menggunakan penutup pada bukaan keluar. Apabila pencegahan sudah dilakukan namun hama tetap ada metode lain yang efektif untuk menindaklanjuti adalah trapping dan menggunakan insektisida seperti residual space spray dan baiting. Karena insektisida semprot mungkin mengandung zat beracun bagi manusia maka semua permukaan yang bersentuhan dengan makanan, minuman ataupun peralatan makan, harus ditutup atau disimpan di tempat lain selama penyemprotan [6].

Referensi :

[1]. Glatter, K. A., & Finkelman, P. 2021. History of the Plague: An Ancient Pandemic for the Age of COVID-19. The American journal of medicine, 134(2), 176–181. doi :10.1016/j.amjmed.2020.08.019

[2]. McKirdy, S.J., O’Connor, S., Thomas, M.L., Horton K.L., Williams A., Hardie D., Coupland G.T., & Merwe J. 2019. Biosecurity risks posed by a large sea-going passenger vessel: challenges of terrestrial arthropod species detection and eradication. Scientific Reports 9, 19339. doi : 10.1038/s41598-019-55554-4

[3]. Mouchtouri, V.A., Anagnostopoulou, R., Samanidou-Voyadjoglou, A. Theodirdou K., Hatzoglou C., Kremastinou J., & Hadjichristodolou C. (2008). Surveillance study of vector species on board passenger ships, Risk factors related to infestations. BMC Public Health 8, 100. doi : 10.1186/1471-2458-8-100

[4]. Rubin L, Nunberg D, Rishpon S. 2005. Malaria in a seaport worker in Haifa. J Travel Med, 12: 350-352.

[5]. Elliott Christopher. 2016. Luxury Cruise Ships Found to Have Cockroaches, Dirty Grout and ‘Potentially Hazardous’ Food. [online]. https://fortune.com/2016/04/05/carnival-cruise-bugs-health-inspection/. Diakses 25 Maret 2022

[6]. WHO. 2011. Guide to Ship Sanitation. 3rd edition. [online]. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK310827/. Diakses 25 Maret 2022

Kenapa harus kami? Karena kami di dukung oleh para tenaga ahli yang menguasai permasalahan hama di perkotaan (Urban Pest) dan pertanian yang banyak memiliki pengalaman penelitian skala nasional dan internasional dan juga banyak pengalaman praktis dan banyak memberikan berbagai pelatihan, seminar dan konsultansi.

Tanya sekarang +6281313538831