Penemuan Anthranilic Diamides: Insektisida Kelas Baru yang Efektif Membunuh Hama Pertanian

Penemuan Anthranilic Diamides: Insektisida Kelas Baru yang Efektif Membunuh Hama Pertanian
29
Senin, 29 April 2024

Tahukah kamu? Anthranilic diamides adalah kelas insektisida sintetik komersial penting (IRAC Grup 28) yang baru dan mampu efektif membunuh hama pertanian.

Pada artikel ini, kita akan mengulas jurnal mengenai Anthranilic diamides yang diteliti oleh Selby dkk (2017).

Struktur Anthranilic Diamides

Penemuan anthranilic diamides diawali oleh Nihon Nohyaku pada tahun 1999 yang menemukan struktur insektisida yang menyerupai phthalic diamide dan memiliki aktivitas melawan lepidoptera.

Struktur anthrilic diamides diturunkan oleh perusahaan DuPont hingga menghasilkan bahan aktif berupa klorantraniliprole dan cyantraniliprole.

Chlorantraniliprole Sebagai Pemberantas Hama Lepidoptera

Diamides komersial pertama, chlorantraniliprole, memiliki aktivitas luar biasa melawan hama lepidoptera. 

Produk anthranilamide kedua, cyantraniliprole, memiliki aktivitas lintas spektrum yang sangat baik terhadap berbagai ordo serangga, termasuk hama lepidopteran dan hemipteran. 

Klorantraniliprole (1a), kandidat pertama yang dikembangkan secara komersial, dijual dengan nama dagang Rynaxypyr® untuk mengendalikan berbagai jenis Lepidoptera dan serangga pengunyah lainnya. 

Pengendalian larva menggunakan Klorantraniliprole ditemukan lebih ampuh dibandingkan bahan aktif standar komersial seperti indoxacarb dan cypermethrin terhadap sejumlah hama lepidopteran. 

Tingkat penerapan di lapangan pada tanaman pertanian bervariasi dari 10 hingga 100 g AI ha−1, tergantung pada spesies serangga. 

Meskipun secara intrinsik aktif melawan reseptor hemipteran, klorantraniliprole kurang efektif melawan serangga pemakan getah. 

Optimalisasi di sekitar timbal kutu daun diamida dikloroantranilat dengan aktivitas kontak yang dominan memunculkan diamida tersubstitusi siano yang lebih sistemik.

Cyantraniliprole Sebagai Pemberantas Hama Hemiptera

Kandidat produk kedua diidentifikasi dan dikembangkan sebagai cyantraniliprole (1b), yang sekarang dijual secara komersial sebagai Cyazypyr™. 

Cyantraniliprole memiliki aktivitas lintas spektrum yang sangat baik terhadap berbagai ordo serangga, termasuk hama pengunyah (misalnya Lepidoptera) dan pemakan getah (misalnya Hemiptera). 

Semprotan daun mudah dipartisi ke dalam jaringan daun, dan gerakan translaminar memberikan pengendalian serangga pada bagian bawah daun yang tidak diberi perlakuan. 

Aktivitas klorantraniliprole versus cyantraniliprole terhadap hama dari ordo serangga yang berbeda dirangkum dalam Tabel 1.

Tabel 1. Aktivitas klorantraniliprole versus cyantraniliprole terhadap hama dari ordo serangga yang berbeda (Selby dkk., 2017)

Meskipun klorantraniliprole dan cyantraniliprole memberikan pengendalian serangga yang sangat baik melalui aplikasi daun, sifat fisik dari kedua produk memberikan mobilitas xilem dengan translokasi tanaman ke atas, terutama bila diterapkan pada akar zona dalam aplikasi tanah atau dengan perawatan benih. 

Mobilitas floem dengan aplikasi daun tidak umum diamati. 

Klorantraniliprole maupun cyantraniliprole merupakan anggota kelompok mode aksi IRAC (Insektisida Resistance Action Committee) 28 yang bekerja menggunakan Ryanodine Receptors Modulators. 

Insektisida tersebut akan secara selektif mengaktifkan reseptor ryanodine (RyR) dalam retikulum endoplasma serangga.

Reseptor ryanodine (RyR) berfungsi meregulasi pelepasan penyimpanan kalsium internal pada serangga.

Senyawa dalam kedua bahan aktif tersebut akan berikatan dengan site unik pada reseptor yang bukan ryanodine.

Proses ini akan merusak regulasi kalsium internal serangga, menyebabkan kontraksi otot dan merusak homeostasis yang ada.

Anthranilamide paling potent yang telah diuji menunjukkan mampu memiliki selektivitas diferensial lebih dari 500 kali lipat untuk reseptor serangga dibandingkan reseptor mamalia. 

Kekuatan anthranilamide berhasil mewakili kelas baru kimia insektisida yang cukup menjanjikan untuk menjadi strategi pengelolaan hama efektif.

Sampai saat ini, penjualan tahunan insektisida anthranilic diamide telah melebihi $US 1 miliar, dan digunakan pada berbagai jenis hama termasuk Lepidoptera, penggerek daun dipteran, lalat buah, kumbang, lalat putih, thrips, kutu daun, wereng, psyllids dan kumbang penggerek.

Nah, demikian ulasan jurnal yang diteliti oleh Selby dkk mengenai insektisida Anthranilic diamides

Jika Anda tengah mencari lembaga bidang riset terhadap produk pestisida pertanian, Intan Mandiri Lestari atau IML Research adalah lembaga independent yang bisa kamu pilih.

Di sini menyediakan berbagai jenis pengujian di antaranya terdapat uji pestisida dengan jenis pengujian meliputi:

Uji Toksisitas Akut dan Oral Dermal,

Uji Iritasi,Uji Sensitisasi,

Uji Inhalasi, dan sebagainya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami melalui +62 813-1353-8831.

Semoga review jurnal di atas dapat bermanfaat ya.

Referensi

Selby, T.P., Lahm, G.P. and Stevenson, T.M. (2017), A retrospective look at anthranilic diamide insecticides: discovery and lead optimization to chlorantraniliprole and cyantraniliprole. Pest. Manag. Sci., 73: 658-665. https://doi.org/10.1002/ps.4308

Author: Saila Rachma

Konsultasikan Kebutuhan Anda